Arketipe- Arketipe Menurut Teori Carl Gustav Jung

 

Arketipe- Arketipe

Menurut Teori Carl Gustav Jung

 

1) Persona (Topeng/Kepribadian Publik)

-          Persona adalah peran yang diberikan oleh masyarakat kepada seseorang, bagian yang oleh masyarakat harapkan dimainkan oleh seseorang dalam hidupnya.

-          Persona adalah sisi dari kepribadian yang diperlihatkan orang-orang kepada seluruh dunia.

-          Persona adalah topeng yang kita kenakan sewaktu tampil ke dunia luar, menggambarkan bagaimana kesan yang ingin kita tampilkan dimata orang lain tetapi tidak selalu mencerminkan siapa kita sebenarnya atau biasa kita sebut dengan istilah pencitraan.

-          Contohnya, sifat ceria atau sering bercanda yang saya lakukan dengan teman-teman saya, padahal saya sedang memiliki masalah.

-          Contohnya, seorang pengacara yang menampilkan perilaku yang dapat dipercaya kepada kliennya.

2)    Shadow (Bayangan)

-          Shadow  adalah sisi gelap dan sisi yang tidak diterima dari kepribadian seseorang, yaitu motif dan kehendak yang memalukan, yang lebih baik tidak diakui pada orang lain. Impuls negatif tersebut mendorong seseorang melakukan atau memikirkan sesuatu yang tidak diterima oleh lingkungan sosial.

-          Shadow adalah semua keinginan-keinginan tidak beradab dan emosi yang tidak sesuai dengan norma-norma masyarakat tidak sesuai dengan kepribadian ideal yang kita inginkan.

-          Shadow yaitu represi yang menampilkan kualitas-kualitas yang tidak akui keberadannya dan berusaha disembunyikan dari diri sendiri dan orang lain.

-          Contoh: seorang Ayah yang tidak memberitahu istreri dan anaknya bahwa nafkah yang ia dapatkan dari hasil mencuri (shadow merupakan rahasia atau hal yang tidak ingin diketahui orang lain).

3)    Anima

-          Anima adalah sisi feminim dari seorang pria yang bertanggung jawab atas suasana hati (mood) irrasional dan perasaan tidak logis.

-          Anima adalah sifat wanita yang hadir dalam bawah-sadar kolektif pria.

-          Anima, yaitu sisi feminin pada pria yang dapat berupa penjiwaan seperti wanita.

-          Contoh: seorang laki-laki yang menangis ketika Ibunya meninggal (menangis merupakan sisi feminim).Laki-laki yang memiliki sifat anima bisa bersikap perhatian layaknya seorang wanita.

4)    Animus

-          Animus adalah sifat pria yang hadir dalam bawah-sadar kolektif wanita.

-          Animus, yaitu sisi maskulin pada wanita yang berkaitan dengan proses berpikir dan bernalar. Animus mempengaruhi proses berpikir seseorang wanita yang sebenarnya tidak dimiliki seorang wanita.

-          Contoh: seorang Ibu yang mencari nafkah untuk anak-anaknya semenjak ditinggal suami (mencari nafkah merupakan sisi maskulin).

-          Contoh sifat kelelakian misalnya berpikir logis. Perempuan yang memiliki sifat animus bisa berpikir secara logis dalam mengolah informasi seperti laki-laki.

5)    Great mother (Ibu Agung)

-          Great mother adalah  arketipe yang dibangkitkan oleh figur ibu yang menampilkan dua dorongan yang berlawanan, satu sisi dorongan untuk kesuburan dan pengasuhan, dan di sisi lain kekuatan untuk menghancurkan.

-          Contoh: Ibu selalu memberikan kasih sayang kepada anak-anaknya (seperti memberikan perhatian), tapi Ibu juga bisa memberikan hukuman bagi anaknya yang melanggar aturan.

6)    Wise old man (Orang tua yang bijak)

-          Orang tua yang bijak (wise old man) adalah gambaran seseorang yang cerdas tetapi merupakan penampilan yang menipu dari pengalaman yang terakumulasi.

7)    Hero (Pahlawan)

-          Hero  adalah gambaran ketidaksadaran seseorang yang berhasil menaklukan sosok penjahat tetapi juga memiliki kelemahan.

-          Contoh: seorang laki-laki yang menolong korban yang mengalami kecelakaan di jalan raya (arketipe pahlawan yaitu keinginan untuk menolong orang lain).

8)    Self (Diri)

-          Self adalah komponen psikhe yang berusaha mengharmoniskan semua komponen lain. Dimana ia mempresentasikan perjuangan manusia menuju kesatuan, keseluruhan dan pengintegrasian kepribadian secara total. ketika integrasi sudah tercapai maka individu bisa dikatakan meraih realisasi diri.

-          Self merupakan arketipe paling penting yang menjadi tujuan akhir kehidupan.

-          Self adalah tujuan hidup yang terus-menerus diperjuangkan seorang manusia tetapi jarang tercapai. Tujuan hidup yang dimaksud bukan cita-cita biasa, tetapi untuk menjadi individu yang terintegrasi. Self merupakan arketip dari arketip, yaitu arketip yang di dalamnya berisi arketip-arketip lain seperti anima-animus, shadow, dan persona. Jadi, jika ingin menjadi individu yang utuh, diperlukan keseimbangan dalam setiap bagian struktur kepribadian.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama